Ospek/Mapras Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UISU

 

FP-UISU, Ospek/Mapras merupakan singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Kegiatan ospek/mapras bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan mahasiswa ketika berada di kampus. Seiring berjalannya waktu, ospek/mapras berkembang dan mulai dimodifikasi seperti diwajibkan membawa barang-barang aneh dan sulit ditemukan.

Saat ini pengertian Ospek/Mapras mengubah tujuannya menjadi pengenalan kampus yang diawasi langsung oleh pemerintah dan pihak kampus. OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) adalah sebuah program yang diadakan oleh perguruan tinggi untuk menyambut mahasiswa baru yang baru saja diterima dan memulai studi di kampus tersebut.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada mahasiswa baru tentang kehidupan kampus, kegiatan akademik, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan rutinitas kehidupan kampus. adapun manfaat Ospek/Mapras adalah sebagai berikut :

1. Orientasi, Mahasiswa baru akan mendapatkan informasi penting tentang program studi yang mereka ambil, kurikulum, dan struktur akademik universitas. Hal ini akan membantu mereka memahami apa yang diharapkan selama studi mereka.
2. Pengenalan Kampus, Mahasiswa baru akan dikenalkan dengan fasilitas kampus, seperti perpustakaan, laboratorium, ruang kuliah, dan fasilitas olahraga. Ini membantu mereka merasa lebih nyaman dan mengenal fasilitas-fasilitas yang dapat mereka manfaatkan selama masa studi.
3. Sosialisasi, Melalui OSPEK/MAPRAS, mahasiswa baru berkesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa senior dan dosen, serta berinteraksi dengan rekan seangkatan. Ini memfasilitasi pembentukan persahabatan dan jaringan sosial yang penting selama masa studi.
4. Memahami Budaya Kampus, Setiap kampus memiliki budaya dan tradisi sendiri. Melalui OSPEK/MAPRAS, mahasiswa baru akan diajak untuk memahami dan menghargai nilai-nilai serta etika yang berlaku di kampus tersebut.

 

Rangkaian kegiatan dalam OSPEK/MAPRAS dapat bervariasi tergantung pada masing-masing universitas, tetapi beberapa kegiatan umum yang sering dilakukan meliputi :

1. Sesi Pengenalan Akademik, Mahasiswa baru diperkenalkan pada struktur akademik, kurikulum, dan kebijakan akademik kampus.
2. Kegiatan Sosial, Mahasiswa baru berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, seperti acara makan-makan atau pesta selamat datang.
3. Pameran Organisasi Mahasiswa, Mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai organisasi mahasiswa yang ada di kampus, sehingga mereka dapat memilih organisasi yang sesuai dengan minat mereka.
4. Sesi Perkenalan dengan Dosen dan Staf, Mahasiswa baru bertemu dengan dosen dan staf kampus untuk mengenal mereka dan memahami peran mereka dalam proses belajar-mengajar.

Kegiatan rekreasi dan outbond diadakan untuk mempererat hubungan antar-mahasiswa baru dan membantu mereka saling mengenal dengan lebih baik. dalam rangka menyambut mahasiswa baru, OSPEK/MAPRAS menjadi momen penting yang membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan kampus dan merasa lebih siap menghadapi tantangan studi yang akan datang.

 

Fakultas Pertanian UISU Kerjasama dengan PMI Medan

FP.UISU – Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (FP-UISU) dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan Amal dan Berbagi Bersama antara lain dengan melaksanakan kegiatan Donor Darah pada hari sabtu tanggal 21 Oktober 2023.

Kegiatan Amal dan Berbagi Bersama dimulai pukul 09.00-15.00 WIB, di kampus Fakultas Pertanian UISU Jl. Karya Wisata, Gedung Johor, Medan Johor.

Seminar Internasional Kolaborasi Antara Fakultas Pertanian UISU dengan PT. UPL

FP.UISU– PT. UPL dan Fakultas Pertanian UISU Mengadakan Seminar Internasional 2023 Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Perkebunan Kelapa Sawit, sekaligus penandatangan MOU & MOA antara UISU dan UPL yang dilaksanakan di Auditorium UISU Pusat Administrasi Jalan SM. Raja kemarin (15/7/23). yang mengangkat tema ” Innovation of Sustainable Agriculture in Oil Palm Plantation”,

Secara resmi kegiatan Seminar Internasional itu dibuka Rektor UISU yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah Dr.Marzuki SH,M.Hum.Turut hadir Dekan FP Dr. Ir. Murni Sari Rahayu,MP,

Dr. Marzuki SH,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia memilki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dan industri kelapa sawit telah banyaknya memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, dibutuhkan regulasi mengenai konsep abstrak dalam pengelolaan yang sesuai dengan seperangkat aturan untuk menjaga industry sawit Indonesia dalam aspek ekonomi dan sosial untuk menghadapi tantangan perkembangan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Menghadirkan Narasumber dari 3 negara yaitu :

  1. Praveen Kumar (Indonesia/Malaysia Business Head of UPL) dari India,
  2. Prof. Ts. Dr. Khalina Abdan (Director Institute of Tropical Forestry and Forest Product Universiti Putra Malaysia dari Malaysia,

Serta 4 narasumber dari Indonesia yaitu :

  1. Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si (Dosen Fakultas Pertanian UISU),
  2. Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D (Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian),
  3. Dr. Ir. Askif Pasaribu, MP (APAC R&D Category Lead at PT. UPL),
  4. Ir. H. Irwan Perangin-angin (Direktur PTPN 2).

Acara ini dimoderatori oleh Dosen Fakultas Pertanian UISU yaitu Sulaiman Ginting, SP.,M.Agric.Sc.

Business Head of UPL Praveen Kumar yang merupakan narasumber dalam Seminar Internasional ini menjelaskan bahwa dunia sangat membutuhkan pertanian. ‘Karena itu masyarakat dalam menata ulang sistem pertanian yang berkelanjutan untuk dampak dunia nyata kedepan. Sehingga dalam lima tahun kedepan dengan menggunakan pola pikir dan ketangkasan pemikiran dengan adanya teknologi baru, bisnis baru, dan cara berpikir yang benar-benar baru dan model kolaborasi baru dapat membantu petani sawit sejahtera,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D, juga menjelaskan pentingnya penguatan minyak sawit yang berkelanjutan di Indonesia. Sebagai industri padat karya, jutaan orang bergantung kepada industry kelapa sawit Indonesia. Sehingga tumbuhnya industri kelapa sawit akan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani kecil dan masyarakat.

Sebab itu, dibutuhkan Tata kelola kelapa sawit berkelanjutan sangat penting agar produk berkualitas dapat diterima di pasar ekspor. Pihaknya juga memastikan bahwa semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk pengembangan sawit serta penerapan system yang ramah terhadap lingkungan.